Perjudian Yunani dan Romawi Kuno

Meski banyak dikritik, judi juga dinikmati secara luas, selalu menjadi topik hangat di Yunani Kuno. Orang Yunani kuno berkompetisi sambil memainkan berbagai permainan dadu, serta banyak permainan peluang lainnya. Sebagai contoh – mereka memiliki istilah untuk melempar dadu dan mendapatkan dua angka enam dan itu disebut Lemparan Aphrodite, kombinasi yang dikenal tidak terkalahkan.

Demikian juga, dalam salah satu mitos kuno tentang dewa-dewa Yunani – Zeus Hades dan Poseidon – melempar dadu untuk memutuskan bagaimana memuntahkan alam semesta. Diyakini bahwa, dengan menggunakan permainan kebetulan ini, mereka menentukan siapa yang akan menguasai surga, neraka, dan laut.

Orang Romawi memainkan permainan kebetulan yang disebut “Kepala dan Kapal” yang sangat mirip dengan versi Yunani yang disebut “Game Kerang” – keduanya mengarah pada penciptaan “Kepala dan Ekor” yang dimainkan orang saat ini.
Sebaliknya, di Roma kuno, ada bukti permainan untung-untungan – melempar koin – yang disebut “kepala dan kapal” sangat mirip dengan “kepala dan ekor” yang dimainkan orang saat ini. Demikian pula, mereka menggunakan koin dan kerikil dalam permainan yang disebut “Rota” (“roda”) seperti “tic-tac-toe” kami. Itu sangat mudah; pemain menggunakan papan tempat roda ditarik atau digores.

Orang Romawi kuno terkenal dengan rutinitas keagamaan mereka dan menjadi takhayul, yang menjelaskan mengapa mereka sangat menikmati permainan untung-untungan, terutama balap kereta. Kegiatan ini berbahaya baik bagi pengemudi maupun kudanya, yang sering mengalami luka serius bahkan kematian, tetapi orang Romawi melihat bahaya ini sebagai bagian dari kegembiraan.

Dimulai dari permainan dadu kuno, permainan lempar tongkat dan batu, hingga permainan kartu, judi di Mesir mulai berkembang pada abad pertengahan. Meskipun permainan kartu pertama kali muncul di Asia dan Eropa, permainan ini menemukan jalannya ke Mesir.

Lotere, misalnya, menjadi populer di abad ke-15. Permainan ini tersebar luas di antara peradaban kuno, meski ternyata lebih sukses di Eropa dan Asia. Adapun permainan dan hiburan abad pertengahan lainnya, catur juga sangat populer Draf (Pemeriksa).

Bahkan ada permainan Natal Abad Pertengahan seperti “Raja Kacang”, dengan kacang kecil ditempatkan di dalam roti atau kue, dan penemu yang beruntung akan dinobatkan sebagai raja perayaan liburan. Tradisi semacam itu bahkan dapat ditemukan di beberapa bagian Eropa saat ini.

Author: